TUTORIAL
UJI T
SPSS merupakan software yang
dikhususkan untuk membuat analisis statistik. Dengan SPSS memungkinkan untuk
melakukan berbagai uji statistik parametrik salah satunya uji-t. Uji-t berguna
untuk menilai apakah mean dan keragaman dari dua kelompok berbeda secara
statistik satu sama lain. Bagian ini meliputi:
One-Sample T Test
Independent-Sample T Test
Paired-Sample T Test
1. Tabel T
Sebelum
membahas mengenai analisis uji t, maka sebaiknya dibahas bagamana membuat table
t karena table t akan digunakan dalam uji hipotesis uji t. Tabel t terdiri dari
dua kolom. Kolom pertama adalah degree of freedom (df) dan kolom kedua adalah
nilat. Degree of freedom merupakan jumlah pengamatan (sampel) dikurangi satu
(df = n-1). Nilai t dapat diberoleh melalui SPSS sebagai berikut :
·
Masuk ke Variable View untuk mendefinisikan atribut variable.

·
Terdapat sepuluh atribut variabel yang
perlu Anda definisikan.Isi data pada kolom Name
df, t t2 dengan type , setelah itu masuk ke Data
View.

·
Klik transform →Compute Variable
pada menu sehingga kotak dialog nya muncul.

·
Ketik t2 pada kotak Target Variable
·
Pada daftar Funcion group, klik inverse
DF.Kemudian daftar drop down Function and Special Variables, klik Idf.T. Masukkan fungsi tersebut pada
kotak Numerik Expression dengan menekan tombol panah atas sehingga muncul
tulisan IDF.T (?,?)
·
Ganti tanda Tanya pertama dengan tingkat
kepercayaan (0,95) dan ganti tanda tanya kedua dengan Variable degree of
freedom (hapus tanda Tanya kedua, klik variable degree of freedom dan tekan
tombol panah).
·
Klik OK

·
Sehingga pada Data View diperoleh nilai data t2

2.
One-Sample
T Test
Pengujian
satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu (yang
diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan
rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu di sini pada umumnya adalah sebuah
nilai parameter untuk mengukur suatu populasi.
·
Masuk Ke SPSS
·
Masuk Ke Variable Data, masukan
Variable berat pada kolom Name.Kemudian masuk pada Data
View dan tulis data pada kolom berat.
·
Data Bangun
Variable
Data

Data
View

·
Klik menu Analyze → Compare Means → One-Sample T Test

·
Muncul kotak dialog

·
Masukkan variable Berat pada kotak Test Variable (s) dan masukkan 15 pada
kotak Test Value.

·
Klik Option sehingga muncul kotak dialok. Isi 95 % pada condifent
interval dan pilih exlude cases analysis
by analysis → Continue

·
Klik OK

·
Sehingga didapatkan data output One Sample T Test

Tabel di atas memaparkan memaparkan nilai
statistic variable pencapaian produksi rumput laut sebagai berikut : jumlah
sampling 20, rata-rata berat 14.9900, standard deviasi 0.35079 dan standard
error mean 0.07844, t hitung 0.127, sig. (2-tailed) 0.9.
Pada table di atas Nilai t hitung (0.127) < t table (1.729) dan nilai sig.
(2-tailed) 0.9 > nilai α 0.1 maka dapat di simpulkan H0 di terima.
3. Independent Sample T Test
Independent-Sample
T Test digunakan untuk menguji signifikansi beda rata-rata dua kelompok. Tes
ini digunakan untuk menguji pengaruh variable independen terhadap variable
dependen.
Contoh
kasus, Tingkat kecerdasan pada Laki-laki dan permpuan. Pengukuran tingkat
kecerdasan dilakukan di dua kelompok
yang berbeda dengan melakukan dengan 20 data. Berikut Hasilnya:

·
Masuk ke program SPSS
·
Masuk ke Variable View,di variable view masukan variable pada kolom Name
(
jns_kelamin,tk_cerdas, jumlah),masuk data ke Data
View
·
Klik Analyze → Compare Means
→ Independent-Samples T Test

·
Sehingga kotak analog muncul. Masukkan
variable tk_cerdas pada Test Variable(s)
dan variable jeniskelamin pada kotak Grouping
Variable

·
Klik Define Group, masukkan nilai variable jeniskelamin pada group 1 dan
2

·
Klik continue sehingga kembali ke kotak dialog Independent-Sample T Test
·
Klik Options pilih tingkat kepercayan 95 % dan pilih Exclude cases analysis by analysis .

·
Klik Continue dan OK
·
Sehingga diperoleh data output independent sample T Test


Dari
table di atas di dapatkan nilai t hitung
(1.345) < dari t table (0.95,19) dan nilai
sig (2-tailed) (0.18) > dari nilai α (0.1) dari hasil tersebut
dapat disimpulkan nilai H0 diterima.
4. Paired Sample T Test
Paired-Sample
T Test adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama
terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu.Apabila suatu perlakuan tidak
memberi pengaruh, maka perbedaan rata-rata adalah nol.
Contoh
kasus pengamatan dilakukan pada pengaruh tekanan darah terhadap berat di awal
dan akhir perlakuandi lakukakan dengan menggunakan 10 data. Hasilnya adalah
sebagai berikut:

·
Masuk ke SPSS
·
Masuk ke Variable View,masukan variable pada kolom Name (tk_darah_0, tk_darah_30, berat_0, berat_30), masukkan data ke
Data View.
·
Klik Analyze → pilih Compare
Means → Paired-Samples T Test

·
Muncul
kotak dialognya, pindahkan variable tk_darah_0, tk_darah_30, berat_0,
berat_30 ke Variable Paired Variables.

·
Klik variable Sebelum dan Sesudah secara
berurutan sehingga kedua variable tersebut terblok kemudian tekan tombol panah
sehingga pasangan tersebut muncul pada kotak Paired Variables.
·


·
Klik Options
sehingga secara default tingkat kepercayaan 95 % dan Exclude cases analysis by analysis terpilih → Klik Continue → OK

·
Sehingga diperoleh data output Paired
Sample T Test


Dari
table di atas di dapatkan nilai T hitung
(2.891,6.866) > dari nilai T table (1.833) dan untuk Nilai sig (2-tailed)
< dari nilai α.Sehingga dapat disimpulkan Nilai H1 di terima dan H0
ditolak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar