Kamis, 04 Desember 2014

TUTORIAL UJI T

TUTORIAL UJI T
SPSS merupakan software yang dikhususkan untuk membuat analisis statistik. Dengan SPSS memungkinkan untuk melakukan berbagai uji statistik parametrik salah satunya uji-t. Uji-t berguna untuk menilai apakah mean dan keragaman dari dua kelompok berbeda secara statistik satu sama lain. Bagian ini meliputi:
 One-Sample T Test
 Independent-Sample T Test
 Paired-Sample T Test

1.     Tabel T

Sebelum membahas mengenai analisis uji t, maka sebaiknya dibahas bagamana membuat table t karena table t akan digunakan dalam uji hipotesis uji t. Tabel t terdiri dari dua kolom. Kolom pertama adalah degree of freedom (df) dan kolom kedua adalah nilat. Degree of freedom merupakan jumlah pengamatan (sampel) dikurangi satu (df = n-1). Nilai t dapat diberoleh melalui SPSS sebagai berikut :
·         Masuk ke Variable View untuk mendefinisikan atribut variable.



·         Terdapat sepuluh atribut variabel yang perlu Anda definisikan.Isi data pada kolom Name df, t t2 dengan type , setelah itu masuk ke  Data View.



·         Klik transformCompute Variable pada menu sehingga kotak dialog nya muncul.


·         Ketik t2 pada kotak  Target Variable
·         Pada daftar Funcion group, klik inverse DF.Kemudian  daftar drop down Function and Special Variables, klik Idf.T. Masukkan fungsi tersebut pada kotak Numerik Expression dengan menekan tombol panah atas sehingga muncul tulisan IDF.T (?,?)
·         Ganti tanda Tanya pertama dengan tingkat kepercayaan (0,95) dan ganti tanda tanya kedua dengan Variable degree of freedom (hapus tanda Tanya kedua, klik variable degree of freedom dan tekan tombol panah).
·         Klik OK



·         Sehingga pada Data View diperoleh nilai data t2



2.     One-Sample T Test

Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu (yang diberikan sebagai pembanding) berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu di sini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi.




·         Masuk Ke SPSS
·         Masuk Ke Variable  Data, masukan Variable  berat  pada kolom Name.Kemudian masuk pada Data View dan tulis data pada kolom berat.
·         Data Bangun
Variable Data

Data View
·         Klik menu Analyze →  Compare MeansOne-Sample T Test


·         Muncul kotak dialog

·         Masukkan variable Berat pada kotak Test Variable (s) dan masukkan 15 pada kotak Test Value.
·         Klik Option sehingga muncul kotak dialok. Isi 95 % pada condifent interval dan pilih exlude cases analysis by analysis → Continue

·         Klik OK


·         Sehingga didapatkan data output One Sample T Test

 Tabel di atas memaparkan memaparkan nilai statistic variable pencapaian produksi rumput laut sebagai berikut : jumlah sampling 20, rata-rata berat 14.9900, standard deviasi 0.35079 dan standard error mean 0.07844, t hitung 0.127, sig. (2-tailed) 0.9.

 Pada table di atas Nilai t hitung (0.127) < t table (1.729) dan nilai sig. (2-tailed) 0.9 > nilai α 0.1 maka dapat di simpulkan H0 di terima.



















3.     Independent Sample T Test

Independent-Sample T Test digunakan untuk menguji signifikansi beda rata-rata dua kelompok. Tes ini digunakan untuk menguji pengaruh variable independen terhadap variable dependen.

Contoh kasus, Tingkat kecerdasan pada Laki-laki dan permpuan. Pengukuran tingkat kecerdasan  dilakukan di dua kelompok yang berbeda dengan melakukan dengan 20 data. Berikut Hasilnya:
·         Masuk ke program SPSS
·         Masuk ke Variable View,di variable view masukan variable pada kolom Name
( jns_kelamin,tk_cerdas, jumlah),masuk  data ke Data View
·         Klik AnalyzeCompare MeansIndependent-Samples T Test

·         Sehingga kotak analog muncul. Masukkan variable tk_cerdas pada Test Variable(s) dan variable jeniskelamin pada kotak Grouping Variable

·         Klik Define Group, masukkan nilai variable jeniskelamin pada group 1 dan 2

·         Klik continue sehingga kembali ke kotak dialog Independent-Sample T Test
·         Klik Options pilih tingkat kepercayan 95 % dan pilih Exclude cases analysis by analysis .

·         Klik Continue dan OK
·         Sehingga diperoleh data output independent sample T Test
 



Dari table di atas di dapatkan nilai t hitung (1.345) <  dari t table (0.95,19) dan nilai  sig (2-tailed) (0.18) > dari nilai α (0.1) dari hasil tersebut dapat disimpulkan nilai  H0 diterima.


4.     Paired Sample T Test

Paired-Sample T Test adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu.Apabila suatu perlakuan tidak memberi pengaruh, maka perbedaan rata-rata adalah nol.

Contoh kasus  pengamatan dilakukan pada  pengaruh tekanan darah terhadap berat di awal dan akhir perlakuandi lakukakan dengan menggunakan 10 data. Hasilnya adalah sebagai berikut:

·         Masuk ke SPSS
·         Masuk ke Variable View,masukan variable  pada kolom Name (tk_darah_0, tk_darah_30, berat_0, berat_30), masukkan data ke Data View.
·         Klik Analyze → pilih Compare MeansPaired-Samples T Test

·         Muncul  kotak dialognya, pindahkan variable tk_darah_0, tk_darah_30, berat_0, berat_30 ke Variable Paired Variables.

·         Klik variable Sebelum dan Sesudah secara berurutan sehingga kedua variable tersebut terblok kemudian tekan tombol panah sehingga pasangan tersebut muncul pada kotak Paired Variables.
·        





·          Klik Options sehingga secara default tingkat kepercayaan 95 % dan Exclude cases analysis by analysis terpilih → Klik ContinueOK


·         Sehingga diperoleh data output Paired Sample T Test



Dari table di atas di dapatkan nilai T hitung (2.891,6.866) > dari nilai T table (1.833) dan untuk Nilai sig (2-tailed) < dari nilai α.Sehingga dapat disimpulkan Nilai H1 di terima dan H0 ditolak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar