Kamis, 04 Desember 2014

One-Sample T Test and Independent Sample T Test


TUGAS   UJI T

1.      Pembudidaya memanen benih ikan mas di suatu kolam. Pembudidaya menyatakan benih yang akan dijual adalah ukuran 6 cm. Oleh karena itu, dilakukan sampling terhadap 15 benih untuk mengetahui keseragamannya. Berikut ini adalah hipotesis dan datanya.

H0 = Rerata ukuran benih sama dengan 6 cm
H1 = Rerata ukuran benih tidak sama dengan 6 cm
Sampel
Ukuran
1
5.5
2
6.1
3
5.9
4
5.3
5
5.8
6
5.7
7
5.5
8
4.9
9
5.8
10
5.9
11
4.9
12
6.8
13
6.6
14
6.2
15
5.9











UJI One-Sample T Test
Ø  Masuk ke program SPSS
Ø  Kemudian masuk ke Variable  View, Terdapat sepuluh atribut variabel yang perlu definisikan . Isi Ukuran dan Sampel  dikolom Name,Type  (Numeric),Width( 8), Desimal untuk  sampel (0) dan Desimal untuk ukuran (1),Value (None), Missing (None), Columns (8),Aligh (Center),Measure untuk sampel ( Nominal) untuk ukuran( Scale).

Ø  Masuk ke Data View,masukan data pada Variable Sampel dan Ukuran

Ø  Klik menu Analyze →  Compare MeansOne-Sample T Test
Ø  Muncul kotak dialog
Ø  Masukkan variable ukuran pada kotak Test Variable (s) dan masukkan 6 pada kotak Test Value.

Ø  Klik Option sehingga muncul kotak dialog
Ø   Isi 95 % pada condifent interval dan pilih exlude cases analysis by analysisContinue

Ø  Klik OK






Ø  Sehingga didapatkan data output One Sample T Test


Pada table One –Sample Startistik memaparkan nilai statistic variable pencapaian ukuran benih ikan sebagai berikut : jumlah sampling 15, rata-rata ukuran benih ikan 5.787, standard deviasi 0.5330 dan standard error mean 0.1376.




Hipotesis

H0 = Rerata ukuran benih sama dengan 6 cm
H1 = Rerata ukuran benih tidak sama dengan 6 cm

 Nilai t hitung (1.550) < t tab (1.761) dan nilai sig. (2-tailed) 0.143 > nilai α 0.1  maka dapat di simpulkan   H0 di terima. Jadi karena H0 diterima maka rerata benih yang  akan di jual memiliki ukuran 6 cm.





2.      Peneliti ingin membandingkan perbedaan bobot ikan nila yang diberi pellet tanpa probiotik dan pellet dengan campuran probiotik. Kemudian dilakukan sampling sebanyak 100 ekor ikan nila pada hari yang sama. Oleh karena itu, peneliti membuat suatu hipotesis. Berikut ini adalah hipotesis dan datanya.

H0 = Kedua strain memiliki rata2 berat yang sama
H1 = Kedua strain tidak memiliki rata2 berat yang sama

Interval nilai berat
Awal
Akhir
Nilai tengah
Frekuensi
Nilai tengah
Frekuensi
90 - 100
95
10
95
35
80 - 90
85
20
85
25
70 - 80
75
35
75
20
60 - 70
65
30
65
15
50 - 60
55
5
55
5
Total
100
100

Independent Sample T Test
·         Masuk ke program SPSS
·         Masuk ke Variable View,di variable view masukan variable pada kolom Name
·         ( variable, Frekuensi), masuk  data ke Data View.

 Description: c.png

·         Klik AnalyzeCompare MeansIndependent-Samples T Test
Description: d.png
·         Sehingga kotak analog muncul. Masukkan variable Nilai Tengah pada Test Variable(s) dan Variable pada kotak Grouping Variable
Description: g.png












·         Klik Define Group, masukkan nilai variable  pada group 1 dan 2

Description: h.png

·         Klik continue sehingga kembali ke kotak dialog Independent-Sample T Test
·         Klik Options pilih tingkat kepercayan 95 % dan pilih Exclude cases analysis by analysis .

Description: h.png
  • Klik Continue dan OK
  • Sehingga diperoleh data output independent sample T Test

Description: 19.png

Description: 20.png
Tabel di atas memaparkan nilai statistic laut sebagai berikut: jumlah sampling 20, rata-rata tingkat kecerdasan laki-laki 42.65, standard deviasi 22.432 dan standard error mean 2.492. sedangkan rata-rata tingkat kecerdasan perempuan sebesar 37.84, standard deviasi 23.143 dan standard error mean 2.571. dan t hitung masing-masing 1.345 dengan sig. (2-tailed) 0.181.
Hipotensi
H0 = Kedua strain memiliki rata2 berat yang sama
H1 = Kedua strain tidak memiliki rata2 berat yang sama
Pada table di atas Nilai t hit (1.345) < t tab (1.729) dan nilai sig. (2-tailed) 0.9 > 0.1  maka dapat di simpulkan H0 di terima. Sehingga bobot ikan nila yang diberi pellet tanpa probiotik dan pellet dengan campuran probiotik memiliki rata2 yang sama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar